Pada masa-masa pertumbuhannya, orang tua atau
orang-orang terdekat, sering melarang bayi ketika memegang sesuatu. Seperti
contoh ketika bayi di usia satu tahun, mereka sering memasukkan barang ke
mulutnya. Atau ketika mereka melihat sebuah benda, dan mereka ingin
memegangnya, orang tua sering melarang anak melakukannya. Sayangnya banyak yang
tidak menyadari cara mereka melarang anak keliru, seperti membentak dan
memberikan alasan yang tidak jelas. Akibat dari perilaku keliru ini bisa saja
membuat anak malas untuk belajar ke depannya. Ketika anak memasuki usia
sekolah, anak sangat susah untuk diajak belajar mengenal huruf dan angka atau
belajar hal-hal lainnya.
Anehnya ketika anak ditanya masalah apa yang
mereka senangi, mereka akan menjawab dengan antusias. Sebagai contoh jika dia
suka dengan permainan sepakbola dan menyukai salah satu klub, mereka akan
menjawab dengan lantang. Bahkan mereka sangat hafal dengan apa yang berkaitan
dengan klub tersebut baik nama pemain, nomor punggung, bahkan pelatihnya.
Dengan bukti tersebut, bisa disimpulkan bahwa
anak tidaklah bodoh. Anak dilahirkan dengan kemampuan otak yang sama sehingga
tidak ada kata anak bodoh dan pintar. Hanya saja perlakuan yang keliru ketika
anak dalam masa pertumbuhan seperti yang digambarkan di ataslah yang membuat
anak menjadi malas belajar. Lalu bagaimana menumbuhkan semangat belajar pada
anak dengan kondisi seperti ini? Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan
untuk membuat anak menjadi pribadi yang rajin dalam belajar.
1. Dimulai dari Orang Tua
Tidak
dipungkiri bahwa waktu seorang anak banyak dihabiskan dengan orang tuanya
terutama sang ibu. Jadi Anda sebagai orang tua harus memulai mengubah hal-hal
buruk yang mungkin bisa menjadi contoh yang kurang baik untuk anak. Contohnya,
Anda meminta mereka untuk belajar tapi Anda malah asyik melihat sinetron. Tidak
mungkin anak akan memiliki semangat belajar karena Anda sudah memberi contoh
yang kurang baik. Hindari juga memerintah dengan kata yang kasar atau kekerasan
fisik seperti mencubit. Hal itu bukan memberikan efek baik tapi anak malah
trauma dan membuatnya menjadi pribadi yang pendiam dan tidak percaya diri.
Ajaklah
anak untuk belajar dengan cara yang baik. Lebih baik lagi jika Anda
mendampinginya dan mengajarkan dengan cara yang menyenangkan. Di usia ini, anak
masih dengan dunia permainan. Cobalah untuk mengajak mereka belajar tapi
dibalut dengan permainan. Sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang
belajar.
2. Tanya Aktivitasnya di
Sekolah
Ketika
anak pulang dari sekolah, cobalah tanyakan apa aktivitas yang membuat dia
senang ketika di sekolah. Otomatis anak akan bercerita mengenai kegiatan apa
saja yang membuatnya senang hari itu. Dengan mengajak anak bercerita hal-hal
positif ini, akan menanamkan ke jiwa anak bahwa sekolah merupakan tempat yang
menyenangkan.
Selain
itu, mengajak mereka bercerita juga membuat daya ingat mereka cukup bagus. Bisa
jadi dengan aktivitas bertanya yang cukup simpel ini, membuat anak memiliki
hobi bercerita. Tidak hanya bercerita kepada Anda dan keluarga, mereka bisa
bercerita di hadapan banyak orang. Hal ini bisa menumbuhkan bakat anak yang
dapat membuat mereka menjadi anak yang percaya diri dan tidak minder.
3. Sugesti Positif
Sugesti
positif yang diberikan kepada anak, saat mereka tidur adalah waktu yang tepat.
Ketika anak akan tidur, biasanya ibu akan membacakan cerita terlebih dahulu.
Ketika anak sudah terlelap di alam mimpi, bisikkan di telinga mereka bahwa
belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan, tidak kalah menyenangkan dengan
aktivitas bermain. Sugesti ini memang diberikan kepada anak dalam posisi tidur.
Tapi kata-kata yang dibisikkan ini dapat direkam oleh otak dan masuk ke dalam
lubuk hati yang paling dalam. Apalagi mengucapkannya dengan penuh kasih sayang,
maka tanpa mereka sadari sugesti itu masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar